Minggu, 23 September 2012

Tips Menanam Buah Mangga




BUDIDAYA BUAH MANGGA


Mangga merupakan tanaman buah tahunan berupa pohon yang berasal dari negara India. Tanaman ini kemudian menyebar ke wilayah Asia Tenggara termasuk Malaysia dan Indonesia. Jenis yang banyak ditanam di Indonesia Mangifera indica L. yaitu mangga arumanis, golek, gedong, manalagi dan cengkir dan Mangifera foetida yaitu kemang dan kweni. Masing-masing jenis mangga memiliki kekhasan baik dari aroma, daging atau tekstur buah serta rasa. Pemintaan beragam jenis buah mangga dipasaran cukup tinggi, sehingga budidaya buah mangga masih memiliki prospek yang cerah untuk ditingkatkan. Untuk memulai budidaya mangga, dipelukan beberapa persiapan agar usaha agrobisnis mangga ini berjalan dengan baik. Penguasaan pengetahuan dan teknik budidaya yang baik serta penerapannya di lapangan mendukung budidaya ini memperoleh hasil yang optimal. Berikut Pedoman Budidaya Tanaman Mangga : 




A. PEMBIBITAN 

   Ada beberapa cara dalam memperoleh bibit tanaman mangga. Metode yang umum dilakukan adalah :

   1. Perbanyakan dengan Biji 

      a. Biji dipilih dari tanaman yang sehat, kuat dan buahnya berkualitas. Biji dikeringanginkan dan kulitnya dibuang. 
      b. Siapkan kotak persemaian ukuran 100 x 50 x 20 cm3 dengan media tanah kebun dan pupuk kandang (1:1), biji ditanam pada jarak 10-20 cm. Dapat pula mangga disemai dikebun dengan jarak tanam 30 x 40 atau 40 x 40 cm di atas tanah yang gembur. Persemaian diberi naungan dari plastik/sisa-sisa tanaman, tetapi jangan sampai udara di dalam persemaian menjadi terlalu lembab.Penanaman dengan metode ini, biji ditanam dengan perut ke arah bawah supaya akar tidak bengkok. Selama penyemaian, bibit tidak boleh kekurangan air. Pada umur 2 minggu bibit akan berkecambah. Jika dari 1 biji terdapat lebih dari 1 anakan, sisakan hanya satu yang benar-benar kuat dan baik.Tahap selanjutnya bibit di kotak persemaian harus dipindahtanamkan ke dalam polybag jika tingginya sudah mencapai 25-30 cm.Proses penyeleksian bibit dilakukan pada umur 4 bulan, bibit yang lemah dan tumbuh abnormal dibuang. Pindahtanam ke kebun dilakukan jika bibit telah berumur 6 bulan. 


   2. Perbanyakan dengan Okulasi   

     Metode perbanyakan terbaik adalah dengan cara okulasi (penempelan tunas dari batang atas yang buahnya berkualitas ke batang bawah yang struktur akar dan tanamannya kuat). Batang bawah untuk okulasi adalam bibit di persemaian yang sudah berumur 9-12 bulan. Setelah penempelan, stump (tanaman hasil okulasi) dipindahkan ke kebun pada umur 1,5 tahun. Okulasi dilakukan di musim kemarau agar bagian yang ditempel tidak busuk. 
   3. Perbanyakan dengan Pencangkokan
  
     Pencangkokan dilakukan pada batang dengan kriteria tertentu. Batang yang akan dicangkok memiliki diameter 2,5 cm dan berasal dari tanaman berumur 1 tahun. Panjang sayatan cangkok adalah 5 cm. Setelah sayatan diberi tanah dan pupuk kandang (1:1), lalu dibungkus dengan plastik atau sabut kelapa.
B. PENGOLAHAN MEDIA TANAM 

  Dalam budidaya mangga, media tanam merupakan unsur yang penting yang sangat menunjang pertumbuhan tanaman dengan maksimal. Tahapan pengolahan media tanam yang perlu dilakukan adalah : 

     1. Persiapan 

       Penetapan areal untuk perkebunan mangga harus memperhatikan faktor kemudahan transportasi dan sumber air.  


     2. Pembukaan Lahan 

     a. Membongkar tanaman yang tidak diperlukan dan mematikan alang-alang serta menghilangkan   rumput-rumput liar dan perdu dari areal tanam
         b. Membajak tanah untuk menghilangkan bongkahan tanah yang terlalu besar. 


     3. Pengaturan Jarak Tanam 

        Pada tanah yang kurang subur, jarak tanam dirapatkan sedangkan pada tanah subur, jarak tanam lebih renggang. Jarak tanam standar adalah 10 m dan diatur dengan cara:
a. segi tiga sama kaki
b. diagonal.
c. bujur sangkar (segi empat). 



C. TEKNIK PENANAMAN 

     Teknik penanaman budidaya mangaa dilakuakan dalam beberapa tahapan, yaitu : 
     1. Pembuatan Lubang Tanam 

      Lubang tanam dibuat dengan panjang, lebar dan kedalaman 100 cm. Pada waktu penggalian, galian tanah sampai kedalaman 50 cm dipisahkan dengan galian dari kedalaman 50-100 cm. Tanah galian bagian dalam dicampur dengan pupuk kandang lalu dikeringanginkan beberapa hari. Masukkan tanah galian bagian atas, diikuti tanah galian bagian bawah. Pembuatan lubang tanam dilakukan pada musim kemarau. 


      2. Cara Penanaman 

      Lubang tanam yang telah ditimbun digali kembali dengan ukuran panjang dan lebar 60 cm pada kedalaman 30 cm, taburi lubang dengan furadan 10-25 gram. Polibag bibit digunting sampai ke bawah, masukkan bibit beserta tanahnya dan masukkan kembali tanah galian sampai membentuk guludan. Tekan tanah di sekitar batang dan pasang kayu penyangga tanaman. \


      3. Penanaman Pohon Pelindung 

        Pohon pelindung ditanam untuk menahan hembusan angin yang kuat. Jenis yang biasa dipakai adalah pohon asam atau trembesi. 



D. PEMELIHARAAN TANAMAN 

    Setelah dilakukan persiapan bibit yang berkualitas baik, serta penanaman pada media yang cukup unsur hara langkah selanjutnya adalah pemeliharaan tanaman mangga, langkah-langkahnya adalah : 

     1. Penyiangan 

      Penyiangan tidak dapat dilakukan sembarangan, rumput/gulma yang telah dicabut dapat dibenamkan atau dibuang ke tempat lain agar tidak tumbuh lagi. Penyiangan juga biasa dilakukan pada waktu penggemburan dan pemupukan. 


      2. Penggemburan/Pembubunan 

        Tanah yang padat dan tidak ditumbuhi rumput di sekitar pangkal batang perlu digemburkan, biasanya pada awal musim hujan. Penggemburan tanah di kebun mangga cangkokan jangan dilakukan terlalu dalam. 


       3. Perempelan/Pemangkasan 

       Pemangkasan bertujuan untuk membentuk kanopi yang baik dan meningkatkan produksi. Ketika tanaman telah mulai bertunas perlu dilakukan pemangkasan tunas agar dalam satu cabang hanya terdapat 3–4 tunas saja. Tunas yang dipilih jangan terletak sama tinggi dan berada pada sisi yang berbeda. Tunas dipelihara selama kurang lebih 1 tahun saat tunas-tunas baru tumbuh kembali. Pada saat ini dilakukan pemangkasan kedua dengan meninggalkan 2-3 tunas. Pemangkasan ketiga, 1 tahun kemudian, dilakukan dengan cara yang sama dengan pemangkasan ke-2. 


       4. Pemupukan 
 
           a. Pupuk organik
               o Umur tanaman 1-2 tahun: 10 kg pupuk kandang, 5 kg pupuk kandang.
               o Umur tanaman 2,5–8 tahun: 0,5 kg tepung tulang, 2,5 kg abu.
              o Umur tanaman 9 tahun: tepung tulang dapat diganti pupuk kimia SP-36, 50 kg pupuk kandang,   15 kg abu.
               o Umur tanaman > 10 tahun: 100 kg pupuk kandang, 50 kg tepung tulang, 15 kg abu. 


         b. Pupuk kandang yang dipakai adalah pupuk yang sudah tercampur dengan tanah. Pemberian pupuk dilakukan di dalam parit keliling pohon sedalam setengah mata cangkul (5 cm). 


        c. Pupuk anorganik
            o Umur tanaman 1-2 bulan : NPK (10-10-20) 100 gram/tanaman.
            o Umur tanaman 1,5-2 tahun: NPK (10-10-20) 1.000 kg/tanaman.
            o Tanaman sebelum berbunga: ZA 1.750 gram/tanaman, KCl 1.080 gram/tanaman.
          o Tanaman waktu berbunga : ZA 1.380 gram/tanaman, Di kalsium fosfat 970 gram/tanaman, KCl    970  gram/tanaman.
          o Tanaman setelah panen: ZA 2700 gram/tanaman, Di kalsium fosfat 1.940 gram/tanaman, KCl      1.940  gram/tanaman. 



E. PENINGKATAN KUALITAS BUAH  
    Dari sejumlah besar bunga yang muncul hanya 0,3% yang dapat menjadi buah yang dapat dipetik. Untuk meningkatkan persentase ini dapat disemprotkan polinator maru atau menyemprotkan serbuk sari diikuti pemberian 300 ppm hormon giberelin. Dengan cara ini, persentase pembentukan buah yang dapat dipanen dapat ditingkatkan menjadi 1,3%. Selamat mencoba ! 



Sumber :http://binaukm.com/2011/06/pedoman-budidaya-mangga/ , dengan perubahan seperlunya.

 

0 komentar:

Poskan Komentar

 

BlogKu Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template and web hosting